Posts

Showing posts with the label Sains

Menara Pencakar Langit Bisa Mengurangi Kabut Asap

Image
Konsep pencakar langit dari Arconic. © Arconic Smog atau kabut asap mulai menjadi ancaman nyata bagi kota-kota besar dan sibuk di dunia. Terakhir, pada menjelang pergantian tahun, smog menbuat Tiongkok kewalahan sehingga mobilitas penduduk terganggu. Selain mobilitas, kabut asap juga mengancam kesehatan penduduk kawasan yang tertutupinya. Arconic, sebuah perusahaan yang fokus pada penerapan teknologi manufaktur yang didirikan tahun lalu, menjelaskan inovasi yang bisa mereka lakukan untuk membantu mengatasi masalah tersebut. Dipaparkan laman Business Insider (11/1/2017), dalam waktu 45 tahun ke depan, Arconic menawarkan bangunan pencakar langit setinggi 4.800 meter yang bisa memusnahkan kabut asap. Bangunan itu akan dibuat menggunakan teknik cetak tiga dimensi (3D). Bangunan tersebut dibuat sebagai bagian dari kampanye The Jetsons yang diluncurkan perusahaan tersebut. Nama The Jetsons diambil dari judul film serial kartun anak-anak tentang dunia pada tahun 2062. Para ahli d...

Hiu tertua di dunia umurnya 400 tahun

Image
Hiu Greenland, Somniosus Microsephalus © Julius Nielsen /AP Photo Baru-baru ini, sekelompok ilmuwan di Copenhagen, Denmark menemukan 1 di antara 28 ekor hiu betina usia 400 tahun, yang hidup di perairan Greenland. Umurnya itu dua kali lipat penyu raksasa. Hasil penelitian itu diterbitkan dalam jurnal Science pada pekan ini. Seperti dilansir People Pets , Senin (15/8/2016), hiu dimaksud adalah spesies Somniosus Microcephalus. Meskipun spesies ini sudah dikenal sebelumnya, namun baru sekarang disadari panjang usia hidupnya. Pertumbuhan hewan tersebut tergolong sangat lambat, yakni hanya satu sentimeter per tahunnya. Hiu betina itu bisa dikatakan dewasa ketika umurnya mencapai 150 tahun. Hiu juga binatang yang unik karena terdiri dari tiga cara reproduksi: viviparity (plasenta yang melekat kepada induk, serupa dengan reproduksi mamalia); oviparity (bertelur); dan oviviparity (telur yang menetas di dalam induk). Hiu Greenland adalah hiu raksasa yang bisa tumbuh hingga sepanj...

Mengapa kucing suka masuk ke dalam kotak

Image
Kucing di dalam kotak © Shutterstock Kucing adalah salah satu hewan piaraan yang populer di Indonesia di samping anjing. Bahkan di dunia pun kucing adalah hewan piaraan paling populer. Kucing telah berbaur dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 6.000 tahun SM, dari kerangka kucing di Pulau Siprus. Orang Mesir Kuno dari 3.500 SM telah menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau hewan pengerat lain dari lumbung yang menyimpan hasil panen. Meski banyak dipelihara orang, namun kelakuan hewan lucu ini masih belum sepenuhnya dipahami oleh manusia. Salah satu kebiasaan kucing sehari-hari adalah masuk ke dalam kotak, apapun bentuk, ukuran dan bahan kotak itu. Situs Wired.com pun mempertanyakan mengapa Felis sylvestris catus, nama ilmiah untuk menyebut kucing rumah, gemar sekali masuk ke dalam kotak. Untuk menemukan jawaban ini, peneliti merasa kesulitan karena kucing bukanlah hewan yang mudah sebagai binatang uji coba. Namun ternyata ada berbagai penelitian tentang tingkah...

Semut sudah bercocok tanam sejak 3 juta tahun lalu

Image
Ilustrasi semut Formica polyctena. © Ulrich Perrey /EPA Ternyata manusia bukanlah satu-satunya makhluk hidup di Bumi yang mengenal teknik bercocok tanam. Ternyata, semut lah makhluk hidup pertama yang mengenal dan mempraktekkan kegiatan tersebut, demikian dilansir Mother Nature Network, Senin (21/11/2016). Manusia disebutkan sudah mengenal teknik bercocok tanam sejak sekitar 10.000 tahun yang lalu, tetapi para ahli menemukan bahwa koloni semut telah melakukan teknik bercocok tanam lebih lama dari manusia, yaitu sejak 3 juta tahun lalu. "Semut bisa dibilang lebih cerdas dari yang kita pikir, kita sebut mereka organisme super karena mereka membentuk jaringan-jaringan yang mirip dengan otak manusia," ujar Kirsti Abbott, peneliti dari University of New England, Australia. Anda pernah menyaksikan film kartun anak-anak A Bugs Life? Film itu mengisahkan kehidupan dalam dunia semut yang terkenal hidup bergotong-royong. Mereka selalu bekerja sama dalam beraktivitas, seperti...

Atmosfer Bumi masa pra-sejarah lebih tipis dari kondisi sekarang

Image
Ilustrasi Bumi © Pixabay Gelembung-gelembung kecil yang terbentuk di dalam batuan vulkanik berumur 2,7 miliar tahun mampu memberikan informasi penting tentang keadaan Bumi pada masa pra-sejarah. Dilansir Science, Senin (9/5/2016), para peneliti mengungkapkan analisis mengenai gelembung gas yang terperangkap di batu basalt kuno yang terbentuk dari aliran lava kuno di Sungai Beasley, Australia Barat. Aliran lava paling bawah terlihat memiliki titik-titik kecil. Artinya, lava cair terjun ke air laut dan aliran bebatuan cair akan cepat dingin dari bagian atas dan bawah saat terkena air. Tim kemudian mengebornya untuk memeriksa ukuran gelembung-gelembung tersebut. Hasilnya, gelembung yang terperangkap di bagian bawah memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan gelembung di atas. Perbedaan ukuran ini menunjukkan bahwa tekanan udara menekan lava tersebut saat proses pembekuan. Hal ini menunjukkan bahwa Bumi pada masa lalu memiliki atmosfer yang jauh lebih tipis. Informasi ini mengua...

Ada oksigen di Mars

Image
Ilustrasi Planet Mars © Pixabay Para peneliti di NASA terus melakukan bukti oksigen di atmosfer Mars. Dan untuk pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir, NASA berhasil menemukan atom oksigen di atmosfer atas (mesosfer) Mars berkat instrumen Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA). Penemuan itu terlampir dalam laporan terbitan NASA, 7 Mei lalu. Atom oksigen memiliki dampak pada munculnya gas lain dari Mars. Gas berhasil dideteksi instrumen SOFIA hanya dengan setengah volume oksigen yang diharapkan. Deteksi rendah ini bisa berarti atmosfer MARS bervariasi. Namun NASA belum mengungkapkan jumlah kandungan oksigen di atmosfer Mars. Mereka hanya menekankan, sudah pasti di bawah ekspektasi. Menurut Christian Science Monitor, atom oksigen yang ditemukan di Mars berbeda dengan oksigen di Bumi. Oksigen yang dihirup mahluh hidup di Bumi terdiri dua atom, adapun oksigen di Mars hanya terdiri satu atom. Penemuan ini dianggap bisa membantu para astronom mengidentifikasi ...

Kandungan oksigen ditemukan di galaksi terjauh

Image
Ilustrasi keberadaan oksigen di Galaxy SXDF-NB1006-2 © NAOJ Tim ilmuwan di Jepang telah mendeteksi keberadaan oksigen di galaksi terjauh dari Bumi. Keberadaannya benar-benar jauh, yakni 13,1 miliar tahun cahaya. Menggunakan teleskop radio Atacama Large Millimeter Array (ALMA) di Cile, ilmuwan menemukan tanda-tanda oksigen di galaksi SXDF-NB1006-2. Galaksi ini diperkirakan lahir 700 juta tahun setelah alam semesta tercipta melalui proses bernama Big Bang --bahkan sebelum bintang ada. Segera setelah proses pendinginan Big Bang yang memakan waktu hingga 400.000 tahun; elemen paling ringan seperti helium, litium, dan hidrogen muncul. Sedangkan unsur yang lebih berat, seperti karbon dan oksigen dibutuhkan untuk pembentukan kehidupan. Tapi semua unsur tersebut tidak terbentuk sampai bintang-bintang pertama cukup dewasa untuk menghasilkannya. Seperti yang diduga, saat ditemukan pertama kali pada 2012, galaksi tersebut mengandung halo hidrogen (diilustrasikan di gambar dengan warna ...

Astronom temukan 3 planet mirip bumi

Image
Ilustrasi Bumi © NASA /NASA Kabar gembira untuk para pencari kehidupan lain di luar angkasa. Beberapa astronom baru-baru ini menemukan tiga planet yang ukuran dan suhunya diperkirakan mirip dengan Bumi. Tiga eksoplanet  sebutan lain untuk planet yang berada di luar sistem Tata Surya itu, juga diduga bisa menyokong kehidupan. Dilansir Huffingtonpost , Senin (2/5/2016), sebuah tim internasional yang terdiri dari 15 ahli astronomi menemukan tiga planet yang mengorbit sebuah bintang kerdil ultradingin. Sebelumnya para ahli berpikir bahwa bintang kerdil ultradingin tak mungkin menjadi pusat sebuah sistem tata surya. Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Nature, pada Senin, dengan judul "Temperate Earth-Sized planets transiting a nearby ultracool dwarf star". "Sistem di sekitar bintang kerdil ini adalah satu-satunya tempat di mana ada kemungkinan kita bisa mendeteksi kehidupan di sebuah eksoplanet seukuran Bumi dengan teknologi kita saat ini," kata...

Permukaan bulan retak akibat gravitasi bumi

Image
The supermoon of 2012 rises over Entiat, Wash., in this photo by skywatcher Tim McCord snapped on May 5, 2012. Credit: Tim McCord Selama ini kita sudah mengetahui bahwa akibat adanya gaya gravitasi bulan, air laut di bumi mengalami pasang naik dan pasang surut. Lalu, apa efek yang diakibatkan oleh adanya gravitasi bumi terhadap bulan? Berdasarkan penelitian, gravitasi bumi ternyata memberikan efek langsung terhadap permukaan bulan dan dapat menyebabkan patahan atau retakan pada kerak bulan. Menurut Thomas Watters, ahli planet dari National Air and Space Museum, Washington, relasi dan reaksi antara bumi dan bulan sudah berlangsung sangat lama. "Sungguh mengejutkan mengetahui bahwa bumi masih mempengaruhi pembentukan bulan saat ini," kata Watters seperti dikutip dari Tribun Network. Para peneliti, seperti diwartakan oleh TEMPO.co, mempelajari data dari Lunar Reconnaissance Orbiter, wahana pengamat milik Badan Antariksa Amerika Serikat, yang diluncurkan ...

Planet Mars pernah mengalami zaman es

Image
Planet Mars © Pixabay Para ilmuwan antariksa belum lama ini mengumumkan satu kesimpulan baru mengenai Planet Mars. Para ilmuwan yakin planet merah itu punya kehidupan lantaran menemukan air yang diperkirakan datang dari zaman es yang berakhir pada 400 ribu tahun silam. Temuan air di Mars selama ini menjadi kunci utama untuk memahami perubahan Mars dari waktu ke waktu, terutama dugaan apakah Mars mampu menopang kehidupan seperti halnya Bumi. Riset yang pertama kali dipublikasikan di jurnal Science pada Jumat (27/5/2016), ini mengungkapkan bahwa Mars melewati sejumlah siklus zaman es pada masa purbakala. Berkat bantuan observasi pesawat antariksa robotika Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) milik NASA, tim astronom menganalisis gambar radar dari es di kutub utara Mars. MRO yang dilengkapi berbagai instrumen ilmiah untuk melakukan survei di Mars itu melacak pengikisan dan dampak angin yang bisa menjadi petunjuk bagaimana es bisa meningkat dan surut dari waktu ke waktu. Dengan tem...

Kepunahan massal pertama di Bumi disebabkan oleh sesama makhluk hidup

Image
Ilustrasi spesies dinosaurus yang telah punah © Pixabay Para peneliti berhasil menemukan fosil baru di Namibia, Afrika. Temuan ini memperkuat ide bahwa kepunahan massal pertama kali di Bumi disebabkan oleh hewan purba atau metazoa. Organisme metazoa adalah makhluk hidup sel tunggal yang membuat, memodifikasi secara signifikan, merawat, atau bahkan menghancurkan sebuah habitat (ecosystem engineers). Peristiwa ini dinamakan kepunahan Ediacaran-akhir yang diperkirakan terjadi sekitar 540 juta tahun lalu. Kehidupan awal di Bumi sebenarnya sederhana; yakni hanya ada organisme bersel tunggal yang kemudian berevolusi menjadi sel banyak. Mereka umumnya tidak berpindah habitat dan biasa hidup di perairan. Berdasarkan studi terbaru yang dipublikasi oleh Vanderbilt University, Amerika Serikat, para peneliti memfokuskan periode 25 juta tahun bernama Letusan Kambrium. Peristiwa ini menjadi awal pembentukan kehidupan baru dalam bentuk yang kompleks. Contohnya adalah kelahiran kelompok h...

Ada 2 triliun galaksi di alam semesta

Image
Sepertinya sejak manusia hadir di Bumi dan memperhatikan langit di atasnya, pertanyaan besar ini telah terlontar: "Ada berapa banyak benda yang ada di alam semesta?" Para ahli astronomi telah mendedikasikan kecerdasan dan hidup mereka untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut. Percobaan untuk mengamati dan menghitung objek yang bertebaran di langit itu sudah dimulai sejak teleskop ditemukan. Kini, dengan semakin canggihnya teknologi dan majunya ilmu matematika, penghitungan yang didapat kemungkinan besar semakin mendekati kebenaran. Pekan lalu, dalam The Astrophysical Journal, tim peneliti yang dipimpin Christopher J. Conselice, ahli astrofisika dari University of Nottingham di Inggris memaparkan hasil penghitungan galaksi yang mereka lakukan. Galaksi adalah bintang-bintang, planet-planet yang mengelilinginya, serta benda langit lain seperti meteor dan komet yang berkumpul membentuk sebuah gugusan karena ikatan gaya gravitasi. Bumi kita berada dalam sistem Tata S...

2 cara lindungi Bumi dari ancaman asteroid

Image
Para ilmuwan berkumpul pekan ini dalam pertemuan American Geophysical Union guna membicarakan bagaimana cara manusia dapat bertahan untuk tetap hidup, menerima "kehancuran" Bumi, tetapi tidak kepunahan seperti para dinosaurus. Dihadiri oleh para peneliti dari Los Alamos National Laboratory dan Goddard Spaceflight Center NASA, mereka membahas mengenai pertahanan planet terhadap serangan benda luar angkasa seperti komet dan asteroid. "Masalah terbesar, pada dasarnya, saat ini kita tidak dapat berbuat banyak tentang hal itu," kata Dr Joseph Nuth, seorang peneliti dari Goddard Spaceflight NASA, dikutip The Guardian (13/12). Nuth mengakui bahwa asteroid dan komet yang besar dan berpotensi membahayakan memang jarang terdapat, bila dibandingkan objek kecil yang kerap mengarah ke Bumi namun hancur saat memasuki atmosfer. Akan tetapi, sebuah asteroid berukuran cukup besar yang jatuh menimpa Bumi, bisa memusnahkan sebagian besar manusia, seperti pada dinosaurus 5...